Desain Eksterior Rumah 12x20

Dengan menggunakan desain 3D anda bisa mengimajinasikan rumah yang akan anda bangun.

Eksterior Rumah Type 21/60

Pilihan desain rumah standar.

Proses Gambar Desain

Menggunakan gambar 2D untuk detail detail komponen rumah

Desain Interior Dengan Furniture Yang Sesuai

Pembuatan Furniture untuk interior ruangan dengan ukuran yang sesuai dengan ruangan anda.

Rencana Kerja dan Analisa Struktur

Dengan rencana kerja dan analisa struktur yang sesuai,proses pembangunan rumah anda akan sesuai target dengan hasil yang memuaskan

Sabtu, 26 Maret 2016

Desain Kamar Tidur Remaja Putri

Kamar 2,35 x 4,64 m tinggi 3,04 m,tinggi bersih dari lantai ke plafon adalah 2,94 dengan pencahayaan sedang.isi ruangan tempat tidur,meja belajar,lemari pakaian,rak buku.

Pemilihan warna ruangan

Warna warna favorit untuk anak berbeda beda tergantung karakternya,untuk kali ini saya memadukan warna kuning (Kuning kehijauan agar tidak silau dimata) yang mempunyai sifat cenderung humoris,periang dan penuh semangat dan sedikit warna biru muda agar terkesan cool, dan putih yang penuh kepribadian.

untuk pemilihan warna dan keramik anda bisa klik disini

Berikut Gambar Membuat Desain kamar Tidur Remaja Putri :

1. Desain Ruangan , Desain Plafon , Desain furniture



2.Tampilan 3D Siang hari

3.Tampilan 3D Malam hari

Semoga bermanfaat dan dapat memberi inspirasi untuk pemilihan desain kamar tidur putri anda atau anda sendiri,dan selamat berkreasi.


  Dan apabila anda membutuhkan jasa pembuatan desain,pembuatan furniture,dan pembuatan fisik ruangan bisa hubungi kami di : 0 8 8 9 2 3 5 0 4 1 3

Baca Juga :





Written by: Maz Prayitno
Desain Rumah dan Gedung, Updated at: 20.32.00

Minggu, 20 Maret 2016

Menghitung Struktur Rumah


Saya biasanya membangun rumah 2 lantai dengan kolom 20/20,sloof15/25,balok 20/25,pondasi tapak 100/100.Nah semua hitungannya dari mana ya ? apakah struktur itu kuat ?ataukah struktur itu malah boros?mari kita Menghitung Struktur Rumah

1.Menghitung besanya balok

     Sedikit yang pernah saya dengar tentang balok.
keadaan balok yang under, balanced dan over reinforcement sangat penting untuk dikontrol dan diketahui, karena ini hubungannya dengan cara balok dalam mengalami keruntuhan, apakah nanti balok tersebut bersifat ductile failure (runtuh tarik), balance (runtuh seimbang), ataukah brittle failure (runtuh tekan).

Ductile failure adalah mode keruntuhan yang diharapkan karena memberikan tanda berupa lendutan atau melengkung sebelum balok mengalami keruntuhan, hal ini dikarenakan , beton belum hancur tapi baja tulangannya sudah leleh. Keadaan demikian ini menguntungkan bagi kepentingan kelangsungan hidup manusia, karena ada peringatan tentang lendutan membesar sebelum runtuh.

Balance adalah mode keruntuhan yang ideal, karena hancurnya beton bersamaan dengan lelehnya baja tulangan. Karena beton dan baja rusak secara bersamaan, maka kekuatan beton dan baja tulangan dapat dimanfaatkan sepenuhnya, sehingga penggunaan material beton dan baja tersebut jadi lebih hemat.

Brittle failure adalah keadaan yang paling tidak diharapkan dan harus dihindari, karena beton lebih dulu hancur sebelum melelehnya baja tulangan. Hal ini terjadi karena tulangannya terlalu kuat (over reinforced), sehingga saat betonnya akan hancur baja tulangannya masih belum leleh, sehingga ketika diatas balok diberi tambahan beban yang besar, maka terjadi keruntuhan mendadak tanpa peringatan terlebih dahulu

Kita sekarang akan menganalisa balok di area ini ( dari gambar yang sudah saya posting sebelumnya)



















Disini saya akan menganalisa balok dengan bantuan program sap 2000
Sekarang kita buka programnya dan kita buat model strukturnya seperti ini

















Kemudian kita masukkan materialnya yaitu beton dengan mutu K200 atau 15,7 Mpa, Modulus elastisitas(E) = 4700*(15,7^0.5) dan berat jenis beton 2400kg/m3

















Kemudian kita buat detail kolom,dan balok rencana


















Kolom :
K1 = 15/35 6d13 sengkang d6-150
K2 = 15/25 4d12 sengkang d6-175
K3 = 13/20 4d10 sengkang d6-175
Balok
B1 = 15/30
B2 = 15/20  
 Sloof
S1 = 15/20

Masukan model kolom,balok dan sloof ke struktur


















Kemudian kita buat beban mati (DL), hidup (LL) , Gempa (E) dan beban beban kombinasi
Comb1 = 1.2 DL + 1,6LL
Combo2 = 1,4 DL
Combo3= 1,2DL + 1LL + 1E
Beban yang akan diterima balok ini adalah :
A.Beban mati
1.Beban dinding termasuk kolom praktis : 250 kg/m2
2. Beban merata plat lantai 1                  : 280 kg/m2
3.Beban finishing keramik                     : 24 kg/m2
4.Beban atap Asbes                              : 15 kg/m2
5.Beban Plafond                                   : 10 kg/m2
Total beban 579 kg/m2
Total beban keseluruhan : 579 kg/m2 x 0.75 = 435 Kg/m2
B.Beban hidup untuk rumah tinggal : 125 kg/m2




 


















Kemudian kita masukan kedalam balok baloknya.



















Setelah itu kita run analyse ( beban Modal jangan ikut di run karena akan langsung otomatis dihitung kalo dimasukan entar bebannya dobel jadi boros deh).

















Setelah selesai run analyze masuk ke referensi yang merujuk tentang aturan yang di pake disini kita pake aja peraturan ACI318-99 ,ganti poin point agar sesuai dengan SNI 2847 2013 : Phi ( Bending-Tension ) : 0.8 Phi ( Shear) : 0.6 Kemudian select design combo ,pilih yang kombinasi kombinasi bebannya,


















Kemudian mulai Start Design/Check Structure maka hasilnya akan seperti ini. Check di Balok B1 luas 157.928mm dan 82.00 maka tulangan yang dibutuhkan dengan d10 sebanyak 4 tulangan dan untuk sengkang didapat 0.127 maka sengkang yang dipakai d6-200

Untuk Pondasi Batu Kali dan Pondasi Tapak anda bisa membaca Metode Pemasangan Pondasi Batu Kali dan Pekerjaan Pondasi Plat Beton


Semoga bermanfaat

Written by: Maz Prayitno
Desain Rumah dan Gedung, Updated at: 20.57.00

Jumat, 18 Maret 2016

Pengembangan Rumah Type 22/60

Data teknis dari rumah awal :

1.Tinggi tembok : 2.7m
2.Tinggi atap :2.4 m
3.Pondasi Bangunan : Batu kali

Rencana Desain

Pengembangan Rumah akan direncanakan menjadi 2 lantai dengan biaya standar.
Ide desain : atap menggunakan asbes agar kontruksi bangunan tidak terlalu berat sehingga biaya tidak terlalu besar.

Data teknis dari pengembangan rumah :

1. Tinggi bangunan             : Lantai 1 :  3.4 m dan lantai 2   :  3.6m
2. Tebal Plat lantai             : 15 cm
3. Atap                             : Asbes
4. Rangka atap                 : Baja ringan
5. Dinding                         : Bata ringan Plester aci
6. Pondasi                        : Batu kali dan Pondasi setempat
7. Sloof                            : 15/20 besi 4 d 12
8. Kolom                          : 15/25 besi 6 d 13 dan 15/20 besi 4 d 12
9. Balok                           : 15/25 besi 6 d 12 dan 15/20 besi 4 d 12
10. Mutu beton                 : K 200/15,7 Mpa

GAMBAR GAMBAR PENGEMBANGAN RUMAH TYPE 22/60

1.Gambar Denah Awal Lokasi.

2.Gambar Denah Pengembangan Lantai Dasar




          
3.Gambar Denah Pengembangan Lantai 1

4.Gambar Tampak Depan dan Samping Kanan


5.Gambar Denah Pondasi


6.Gambar Rencana Kolom Lt. Dasar


7.Gambar Rencana Balok Lt.Dasar


8.Gambar Perspektif 3D 1



9.Gambar Perspektif 3D 2



Jangan lupa untuk menghitung kekuatan struktur karena daya dukung tanah setiap wilayah berbeda beda,karena dapat mengakibatkan amblesnya pondasi dan retak retak pada bangunan.Data data di atas merupakan data arsitektural pra desain.


Video desain



 Semoga bermanfaat dan dapat memberi inspirasi buat anda yang akan membuat rumah,atau menginspirasi anda yang sedang mencari vendor untuk pembangunan rumah anda. 











































Written by: Maz Prayitno
Desain Rumah dan Gedung, Updated at: 19.11.00